Peran Besar Kelompok Perempuan dalam Pelaksanaan Pemilu 2024
|
[caption id="attachment_20900" width="800" align="aligncenter"]
Sambutan Ketua Bawaslu Probolinggo[/caption]
Krejengan - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo gencarkan sosialiasi dengan sasaran pemilih perempuan dimana kelompok perempuan memiliki peran besar membantu kesuksesan pelaksanaan Pemilu 2024. Kegiatan sosialiasi diikuti 10 organisasi atau kelompok perempuan di antaranya Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, KOPRI, Kohati, IPPNU, BEM NJ, BEM STIH, BEM UNZAH di Kabupaten Probolinggo yang digelar di Ridho Resort Krejengan, Probolinggo Selasa (04/10/2022).
Dengan tajuk Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Peran Perempuan dalam Mengawal Pemilu Serentak 2024 yang dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Eka Rahmawati Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Aang Kunaifi, dan Hj. Nurayati selaku narasumber dalam giat sosialisasi.
Ketua Bawaslu Probolinggo mengatakan dalam sambutannya sebelum membuka acara bahwa "Dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2024 salah satu kelompok pemilih adalah perempuan, di mana dari sisi jumlah termasuk kelompok besar dan menjadi pemilih potensial. Sosialisasi yang digelar Bawaslu hari ini merupakan giat penting dalam pelaksanaan Pemilu dan pemilihan, di samping perempuan juga merupakan kelompok yang sangat strategis untuk menyampaikan sosialisasi juga merupakan sasaran penting dalam sosialisasi," imbuhnya.
[caption id="attachment_20899" width="800" align="aligncenter"]
Narasumber dengan moderator Rifqohul Ibad (Anggota Bawaslu Probolinggo)[/caption]
Hal senada juga dikatakan Aang Kunaifi. Menurutnya, hak perempuan dalam politik yakni hak untuk memilih dan dipilih, hak untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan pemerintah dan implementasinya, hak untuk memegang jabatan dalam pemerintahan dan melaksanakan segala fungsi pemerintahan di segala tingkat, hak berpartisipasi dalam organisasi dan perkumpulan non pemerintah yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat dan politik bernegara, tentunya hal itu
"Partisipasi kelompok perempuan dalam pekerjaan untuk mewakili pemerintah tentunya sangatlah diperlukan. Lebih lanjut urgensi kaum perempuan di ranah politik yaitu sebagai representasi akan aspirasi perempuan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Dalam konteks inilah figur perempuan perlu dikedepankan,” tambahnya.
Sementara itu Eka Rahwamati melihat kader Panwascam sebagai potensial pelibatan perempuan sebagai pengawas pemilu. Dia menilai Panwascam dengan jumlah perempuan yang sangat potensial pada setiap strukturalnya untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi di pemilu 2024.
"Tentunya Bawaslu Provinsi Jawa Timur berharap ke depan akan semakin banyak Kelompok Perempuan Pengawas Pemilu Kecamatan hingga tingkat bawah yang terlibat menjadi pengawas pemilu maupun aktif melakukan pengawasan pemilu partisipatif dengan memberikan informasi awal apabila terjadi dugaan pelanggaran pemilu," jelas dia.
[caption id="attachment_20901" width="800" align="aligncenter"]
Antusiasme Peserta Sosialisasi Pengawasan Partisipatif[/caption]
Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj. Nurayati juga menganggap jika isu Partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan sangatlah terbatas.
"Disamping munculnya kebijakan publik yang diskriminasi pada perempuan, Perempuan juga sering dianggap hanya menjadi objek demokrasi. Hal itu seringkali kita dapati dimana pelibatan perempuan yang Setengah hati dalam proses kebijakan publik. Yang mana dengan fakta-fakta tersebut membuat suara perempuan kurang didengar oleh para pengambil kebijakan," imbuhnya.
Rifqohul Ibad Anggota Bawaslu Probolinggo selaku moderator juga memberikan sesi tanya jawab kepada peserta giat sosialisasi yang selanjutnya ditutup dengan sesi foto bersama. (Humas)
[caption width="1024" align="aligncenter"]
Foto bersama dengan peserta sosialisasi[/caption]
Sambutan Ketua Bawaslu Probolinggo[/caption]
Krejengan - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Probolinggo gencarkan sosialiasi dengan sasaran pemilih perempuan dimana kelompok perempuan memiliki peran besar membantu kesuksesan pelaksanaan Pemilu 2024. Kegiatan sosialiasi diikuti 10 organisasi atau kelompok perempuan di antaranya Fatayat, Muslimat, Aisyiyah, KOPRI, Kohati, IPPNU, BEM NJ, BEM STIH, BEM UNZAH di Kabupaten Probolinggo yang digelar di Ridho Resort Krejengan, Probolinggo Selasa (04/10/2022).
Dengan tajuk Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Peran Perempuan dalam Mengawal Pemilu Serentak 2024 yang dihadiri langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Jawa Timur Eka Rahmawati Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Aang Kunaifi, dan Hj. Nurayati selaku narasumber dalam giat sosialisasi.
Ketua Bawaslu Probolinggo mengatakan dalam sambutannya sebelum membuka acara bahwa "Dalam pelaksanaan Pemilu serentak 2024 salah satu kelompok pemilih adalah perempuan, di mana dari sisi jumlah termasuk kelompok besar dan menjadi pemilih potensial. Sosialisasi yang digelar Bawaslu hari ini merupakan giat penting dalam pelaksanaan Pemilu dan pemilihan, di samping perempuan juga merupakan kelompok yang sangat strategis untuk menyampaikan sosialisasi juga merupakan sasaran penting dalam sosialisasi," imbuhnya.
[caption id="attachment_20899" width="800" align="aligncenter"]
Narasumber dengan moderator Rifqohul Ibad (Anggota Bawaslu Probolinggo)[/caption]
Hal senada juga dikatakan Aang Kunaifi. Menurutnya, hak perempuan dalam politik yakni hak untuk memilih dan dipilih, hak untuk berpartisipasi dalam perumusan kebijakan pemerintah dan implementasinya, hak untuk memegang jabatan dalam pemerintahan dan melaksanakan segala fungsi pemerintahan di segala tingkat, hak berpartisipasi dalam organisasi dan perkumpulan non pemerintah yang berhubungan dengan kehidupan masyarakat dan politik bernegara, tentunya hal itu
"Partisipasi kelompok perempuan dalam pekerjaan untuk mewakili pemerintah tentunya sangatlah diperlukan. Lebih lanjut urgensi kaum perempuan di ranah politik yaitu sebagai representasi akan aspirasi perempuan dalam pengambilan keputusan atau kebijakan. Dalam konteks inilah figur perempuan perlu dikedepankan,” tambahnya.
Sementara itu Eka Rahwamati melihat kader Panwascam sebagai potensial pelibatan perempuan sebagai pengawas pemilu. Dia menilai Panwascam dengan jumlah perempuan yang sangat potensial pada setiap strukturalnya untuk ikut menyukseskan pesta demokrasi di pemilu 2024.
"Tentunya Bawaslu Provinsi Jawa Timur berharap ke depan akan semakin banyak Kelompok Perempuan Pengawas Pemilu Kecamatan hingga tingkat bawah yang terlibat menjadi pengawas pemilu maupun aktif melakukan pengawasan pemilu partisipatif dengan memberikan informasi awal apabila terjadi dugaan pelanggaran pemilu," jelas dia.
[caption id="attachment_20901" width="800" align="aligncenter"]
Antusiasme Peserta Sosialisasi Pengawasan Partisipatif[/caption]
Ketua Muslimat NU Probolinggo Hj. Nurayati juga menganggap jika isu Partisipasi perempuan dalam pengambilan kebijakan sangatlah terbatas.
"Disamping munculnya kebijakan publik yang diskriminasi pada perempuan, Perempuan juga sering dianggap hanya menjadi objek demokrasi. Hal itu seringkali kita dapati dimana pelibatan perempuan yang Setengah hati dalam proses kebijakan publik. Yang mana dengan fakta-fakta tersebut membuat suara perempuan kurang didengar oleh para pengambil kebijakan," imbuhnya.
Rifqohul Ibad Anggota Bawaslu Probolinggo selaku moderator juga memberikan sesi tanya jawab kepada peserta giat sosialisasi yang selanjutnya ditutup dengan sesi foto bersama. (Humas)
[caption width="1024" align="aligncenter"]
Foto bersama dengan peserta sosialisasi[/caption]Tag
Berita
Sosialisasi