Lompat ke isi utama

Berita

Bedah Buku Seri 2 "Demokrasi Elektoral Probolinggo": KPU dan Bawaslu Ulas Akurasi Data, Validitas Suara, hingga Kualifikasi Pengawas

 KPU dan Bawaslu Ulas Akurasi Data, Validitas Suara, hingga Kualifikasi Pengawas

 KPU dan Bawaslu Ulas Akurasi Data, Validitas Suara, hingga Kualifikasi Pengawas

PROBOLINGGO – Bawaslu Kabupaten Probolinggo pada hari inin Rabu (26/8/2026) menghadiri giat Bedah Buku Seri ke-2 bertajuk "DEMOKRASI ELEKTORAL PROBOLINGGO: Akurasi Data, Validitas Suara, dan Konsistensi Hasil"  yang diselenggarakan oleh KPU Kabupaten Probolinggo . Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB hingga selesai ini berlangsung di Kantor KPU Kabupaten Probolinggo dan diikuti oleh jajaran penyelenggara pemilu serta peserta secara daring maupun luring.

Hadir sebagai salah satu panelis utama, Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Yonki Hendriyanto, menyampaikan pemaparan penting mengenai kualifikasi dan kompetensi pengawas pemilu dalam mengawal keabsahan serta integritas proses demokrasi di daerah.

Dalam paparannya, Yonki menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan pemilu sangat bergantung pada kualitas sumber daya pengawas di lapangan. Menurutnya, menjadi pengawas pemilu yang efektif membutuhkan kombinasi yang seimbang antara keterampilan teknis, kemampuan komunikasi, dan integritas moral yang kokoh.

Yonki menjelaskan bahwa pengawas pemilu harus memiliki pemahaman mendalam terhadap regulasi, prosedur, dan perkembangan teknologi pemilu. Hal tersebut krusial untuk menjamin setiap tahapan pelaksanaan berjalan secara akurat dan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. Selain aspek teknis, kemampuan berinteraksi dan memediasi konflik dengan bijak juga menjadi kunci agar seluruh proses pemilu dapat berjalan dengan lancar dan kondusif.

Lebih lanjut, Yonki menggarisbawahi bahwa di atas semua keterampilan teknis dan komunikasi, integritas serta netralitas adalah fondasi utama yang tidak boleh ditawar oleh seorang pengawas. Pengawas pemilu dituntut untuk selalu menjunjung tinggi kejujuran dan objektivitas tanpa berpihak pada kepentingan politik mana pun.

"Menjadi pengawas pemilu yang efektif membutuhkan kombinasi keterampilan, pengetahuan, dan integritas. Pengawas harus menjunjung tinggi kejujuran, objektivitas, dan tidak berpihak pada kepentingan tertentu untuk memastikan keadilan bagi semua pihak," ujar Yonki dalam paparannya.

Ia juga menambahkan bahwa kesiapan teknis dan regulasi akan menjadi sia-sia jika tidak diimbangi dengan independensi pengawas di lapangan. "Memahami regulasi, prosedur, dan teknologi pemilu secara mendalam sangat penting untuk menjamin pelaksanaan yang akurat dan sesuai hukum. Namun, integritas dan netralitas tetap menjadi pilar utama demi menjaga kepercayaan publik terhadap hasil pemilu," tegas Yonki.

Melalui kegiatan bedah buku ini, sinergi antara KPU dan Bawaslu Kabupaten Probolinggo diharapkan semakin kuat dalam mewujudkan tata kelola de

Penulis dan Editor : Anggita
Dokumentasi : Alam