Rahmat Bagja: Pemilu 2024 Berat Dinamikanya, Perlu Menjalin Komunikasi yang Baik
|
Denpasar – Rapat Koordinasi Nasional dalam rangka Penyusunan Program Kerja Pusat Pengembangan SDM dan Strategi Kebijakan Pengawasan Pemilu Tahun 2023 diselenggarakan oleh Bawaslu RI pada Senin – Rabu tanggal 5 sampai dengan 7 Desember 2022 di Harris Hotel & Residence Sunset Road Bali. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari ini dibuka langsung oleh Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja.
Dalam penjelasannya perlu kerjasama dan sinergi baik secara internal maupun eksternal. Selain itu, adanya loyalitas yang harus ditingkatkan. Salah satu contohnya adalah membiasakan pleno dalam merancang, merencanakan dan melaksanakan kegiatan di lembaga
“Pemilu 2024 berat dinamikanya, otomatis beban yang disangga juga lebih banyak daripada Pemilu 2018. Perlu kerjasama dengan kepolisian, tokoh agama, Majelis Ulama Indonesia, Konferensi Gereja, dan lain-lain untuk menurunkan tensi politik dan anti politisasi SARA. Jangan sampai tempat ibadah diambil alih untuk kepentingan calon atau partai politik”, jelas Bagja.
“Pesan saya, jangan sampai kita di Bawaslu hanya sebagai pekerja. Saya takut kita di Bawaslu ini jadi pekerja, jadi tukang. Bukan karena idealisme. Nilai ketuhanan dan gotong royong sedang kita amalkan sebagai pengamalan pancasila. Nilai kemanusiaan perlu ditingkatkan. Kita bersaudara sebangsa dan setanah air untuk mewujudkan negara yang adil dan makmur”, imbuhnya.
Selanjutnya adalah bagaimana menularkan cara komunikasi ke jajaran dibawah yaitu Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan dengan cara menjaga hubungan baik dengan tokoh masyarakat, muspika, dan organisasi masyarakat. Dimana, 3 elemen tersebut adalah kunci dalam mempelajari keadaan politik baik di kecamatan ataupun desa. Ketika Panwascam sudah menguasai keadaan politik di kecamatan adalah kontribusi kita dalam pencegahan pelanggaran pemilu, kampung politik uang dll. (Humas)