Persiapan Mutarlih, Bawaslu Jatim adakan Rakor Undang Kabupaten/Kota
|
Gresik - Bawaslu Kabupaten Probolinggo menghadiri kegiatan Rapat Koordinasi Persiapan Pengawasan Tahapan Pemuktahiran Data Pemilih dan Penyusunan Daftar Pemilih pada Pemilu Serentak Tahun 2024 yang di laksanakan oleh Bawaslu Provinsi Jawa Timur tanggal 24-26 November 2022 di Hotel Khas Gresik, Kabupaten Gresik. Turut Hadir dalam giat ini, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, Koordinator Divisi dan Kepala Bagian Pencegahan Partisipasi Masyarakat Provinsi Jawa Timur, 38 Kordiv Pencegahan Parmas Humas dan Staf Kabupaten/Kota se-Jawa Timur.
Kabag Pencegahan dan Parmas menyampaikan dalam sambutannya mengatakan tujuan Pelaksanaan hari ini membangun Pengetahuan bersama pada pengawasan pemutakhiran data pemilih data pemilih, selain itu Menindaklanjuti instruksi 4 identifikasi lokasi khusus pada pemilu 2024.
Selanjutnya Kordiv PPH Eka Rahmawati menyampaikan dalam sambutannya “Rakor ini di laksanakan untuk antisipasi, karena prosesnya masih di RI mengenai Mutarlih ini akan tetapi kami kita harus persiapkan, yang pertama kita harus memetakan, terhadap identifikasi lokasi khusus sesuai intruksi Bawaslu RI nomor 4 tahun 2022", kata Eka.
"Data yang meninggal, pindah domisi, alih status akan kita liat di Sistem Aplikasi Infomasi Kependudukan dan itu sangat terbatas sekali, Kita akan mendapatkan akun SIAK karena 200 saja, padahal kebutuhan kita kan perlu melakukan pengawasan di tingkatan Kabupaten/Kota", tambahnya.
"Selain itu nantinya akan ada tim fasilitasi mengenai Mutarlih ini, dan akan di laksanakan setelah perjanjian kerjasama dengan Disdukcapil selesai, Bawaslu Kabupaten/Kota khususnya di divisi PPH akan membuat tim fasilitasi, ucap Kordiv PPH.
Abdul Warits selaku Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur menyampaikan dalam sambutannya bahwa ruang ruang ini kita dapat mengupgrade ilmu pengetahuan kita, yang pertama hak terkait ketersediaan, keterjangkauan, diskriminasi, sehingga tidak ada warga Negara MS tapi tidak memilih.
Warits juga menambahkan "Pekerjaan kita lebih lebih berat karena kita harus membuat Alat kerja sebelum KPU melaksanakan pekerjaan, oleh kita harus melakukan pemetaan apa saja yang menjadi problem dalam pengawasan murtalih", ucapnya.
"Harapan saya, Pulang dari sini kita harus mempunyai workplan, bagus tidak, salah benar itu tidak masalah akan tetapi kita pikirkan bersama sama, kita rumusnya bersama sama dalam Forum ini", tutupnya. (Humas)