Ketua Bawaslu Probolinggo Hadir Sebagai Narasumber Program Jatim Gaspol
|
Surabaya - Pada saat ini media sedang gencar-gencarnya melakukan liputan tentang kepemiluan. Satu tahun jelang Pemilu serentak 2024 berbagai upaya sudah mulai dilakukan penyelenggara salah satunya Bawaslu dalam melakukan tugasnya di bidang pengawasan. Dalam waktu dekat Bawaslu melakukan pengawasan pencocokan dan penelitian atau coklit terhadap pemuktahiran data pemilih pada Pemilu 2024. Oleh karena itu, pengawas pemilu dalam melakukan tugasnya harus bersifat transparan dan berintegritas. Sehingga banyak upaya yang harus dilakukan pengas pemilu dalam mengajak seluruh elemen masyarakat aktif dalam kegiatan pengawasan, salah satunya salah satunya dalam gerakan pengawasan partisipatif.
Sehingga pada hari Rabu tanggal 15 Februari 2023, JTV mengundang jajaran pengawas pemilu dalam suatu program yang membahas tentang pengawasan yaitu Jatim Gaspol. Giat ini dilaksanakan di studio lantai 1 JTV Kota Surabaya. Acara ini bertujuan untuk menyiarkan tentang siaga pengawasan 1 tahun menuju Pemilu 2024 yang serentak dilaksanakan di seluruh lingkungan Bawaslu Se-indonesia. Narasumber terundang adalah ketua Bawaslu Provinsi ovinsi Jawa Timur, Ketua Bawaslu Kabupaten/Kota serta praktisi pemilu. Dalam hal ini bahwa seluruh Kabupaten Probolinggo berkesempatan menghadirkan Fathul Qorib sebagai narasumber dalam siaran tersebut.
Salah satu upaya oleh Bawaslu Kabupaten Probolinggo dalam pengawasan menurut Fathul Qorib adalah melakukan uji petik di samping pengawasan melekat. Uji petik dinilai efektif karena setiap harinya minimal 10 KK harus didatangi oleh pengawas untuk memastikan apakah benar KK tersebut telah didatangi oleh pantarlih.
"Salah satu cara kita dalam mengawasi adalah memastikan pemasangan stiker lalu kemudian melaksanakan evaluasi dan koordinasi antar jajaran pengawas dan KPU. Lalu disampaikan ke Bawaslu Provinsi"
Kemudian ditanya tentang hate speech atau saling serang antar tim sukses calon di media digital. Bawaslu Kabupaten Probolinggo mempunyai upaya sendiri dalam sosialisasi dalam memberikan informasi melalui media sosial. Di tengah arus gelombang informasi digital maka hal tersebut harus dihadapi, baik secara konvensional maupun digital salah satunya adalah memasuki platform platform yang viral di kalangan masyarakat.
"Kita masukkan dan sebarkan berita baik di website media sosial ataupun podcast di YouTube. Nah di podcast tersebut kita undang berbagai macam perspektif dari berbagai macam narasumber, seperti anak muda musisi budayawan pemangku adat dan lain-lain. Sehingga dengan demikian masyarakat pelan-pelan akan melek Pemilu melalui inovasi-inovasi tersebut" pungkas Qorib.