Jaga Demokrasi di Bulan Suci, Bawaslu Probolinggo Hadiri Kick Off 'Ngabuburit Pengawasan' Nasional
|
PROBOLINGGO – Suasana bulan suci Ramadan tak menyurutkan langkah Bawaslu Kabupaten Probolinggo untuk terus mengawal jalannya demokrasi. Komitmen ini dibuktikan melalui partisipasi jajaran Bawaslu Kabupaten Probolinggo dalam agenda Kick Off "Ngabuburit Pengawasan" yang digelar secara daring oleh Bawaslu Republik Indonesia, Senin (23/2).
Mengusung tema besar “Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu”, kegiatan ini bukan sekadar agenda formalitas, melainkan ruang refleksi dan konsolidasi bagi seluruh pengawas pemilu di Indonesia selama bulan puasa. Acara berskala nasional ini dihadiri langsung oleh Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja, serta jajaran Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty dan Totok Hariyono.
Kritik Publik sebagai Tanda Cinta
Dalam arahannya, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty memberikan pesan mendalam terkait esensi tugas seorang pengawas. Menurutnya, tema kegiatan kali ini sengaja dipilih untuk mengingatkan kembali sumpah jabatan yang telah diikrarkan.
Lolly menegaskan bahwa bekerja di Bawaslu memikul dua tanggung jawab besar: pengawasan publik dan pertanggungjawaban moral. Menariknya, ia juga mengajak jajaran Bawaslu untuk melihat kritik dari kacamata yang berbeda. "Kritik tajam yang dialamatkan kepada Bawaslu adalah bukti nyata bahwa lembaga ini sangat diperhatikan dan memiliki peran krusial dalam iklim demokrasi kita," ujarnya. Ia pun mendorong agar pengawasan terus berjalan aktif, meski saat ini berada di masa non-tahapan pemilihan.
Semangat Ramadan dan Sejarah Kemerdekaan
Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono menarik benang merah yang menginspirasi antara bulan Ramadan dan sejarah bangsa. Ia mengingatkan kembali bahwa proklamasi kemerdekaan yang dikumandangkan oleh Presiden Soekarno juga terjadi di bulan suci.
Bagi Totok, Ramadan bukan sekadar bulan menahan lapar, melainkan "bulan pembakaran semangat dan pembebasan". Semangat juang inilah yang dinilai sangat relevan untuk diadopsi dalam memperkuat fondasi demokrasi di Tanah Air.
Gandeng Pemilih Pemula Lewat Ngabuburit Pengawasan
Menutup sesi arahan, Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja kembali menekankan integritas sebagai harga mati. Ia mengingatkan bahwa kehadiran Bawaslu adalah untuk memastikan seluruh proses pemilu tetap berada di dalam rel aturan yang berlaku.
"Pengawas pemilu tidak boleh menghalalkan segala cara. Integritas proses demokrasi harus terus dijaga," tegas Bagja.
Lebih lanjut, ia menginstruksikan seluruh jajaran Bawaslu di tingkat Provinsi hingga Kabupaten/Kota untuk menggelar kegiatan Ngabuburit Pengawasan secara mandiri di wilayah masing-masing. Bagja berharap acara ini dapat merangkul berbagai lapisan masyarakat, terutama para pelajar yang akan menjadi pemilih pemula, agar melek politik sejak dini.
Puncak acara Kick Off ini ditandai dengan pemukulan bedug secara virtual, meresmikan dimulainya program Ngabuburit Pengawasan secara nasional. Bagi Bawaslu Kabupaten Probolinggo, momentum ini menjadi suntikan energi positif untuk terus memperkokoh kelembagaan, mengawal keadilan pemilu, dan menjaga kualitas demokrasi di wilayah Probolinggo.
Penulis : Alam
Editor : Alam
Dokumentasi : Bawaslu RI