Lompat ke isi utama

Berita

Jaga Akurasi Data Pemilih, Bawaslu Kabupaten Probolinggo Awasi Langsung Proses Coktas

20 Mei 26 2

PROBOLINGGO – Bawaslu Kabupaten Probolinggo melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan Pencocokan dan Penelitian Terbatas (Coktas) pada Rabu, (20/5/2026). Kegiatan ini merupakan bagian penting dari tahapan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang tengah berjalan. Pengawasan ketat dilakukan untuk memastikan seluruh proses pendataan pemilih oleh petugas di lapangan berjalan sesuai dengan prosedur dan regulasi yang berlaku, sekaligus menjamin hak pilih masyarakat tetap terjaga.

Giat pengawasan Coktas terbatas ini difokuskan di empat desa yang tersebar di dua wilayah, yaitu Kecamatan Gading dan Kecamatan Krucil. Bawaslu Kabupaten Probolinggo menurunkan tim untuk mengawal jalannya pemutakhiran ini secara faktual guna menghindari potensi kesalahan data. Kehadiran pengawas di tingkat lapangan ini menjadi bentuk komitmen lembaga dalam mengawal setiap tahapan pemilu agar berjalan transparan dan akuntabel sejak awal proses pendataan.

Dalam pelaksanaan Coktas tersebut, Bawaslu bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengacu pada data resmi Warga Negara Indonesia (WNI) yang dirilis oleh Kementerian Luar Negeri. Data tersebut bersumber langsung dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di negara-negara tujuan para pemilih, di antaranya Malaysia, Jepang, dan Brunei Darussalam. Sinkronisasi data lintas lembaga ini dilakukan agar proses pencocokan data pemilih di tingkat daerah memiliki dasar hukum dan sumber informasi yang valid.

Salah satu fokus utama dari pengawasan ini adalah memastikan status para WNI yang masih tercatat sebagai pemilih di domisili asal, namun diketahui sedang berada di luar negeri. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius mengingat validitas data pemilih merupakan salah satu faktor paling krusial dalam menjaga kualitas demokrasi. Oleh karena itu, Bawaslu meminta tim coktas untuk melakukan verifikasi secara cermat, objektif, dan teliti terhadap status keberadaan setiap pemilih yang bersangkutan.

Dari hasil pengawasan langsung yang dilakukan, tim di lapangan berhasil mengonfirmasi status lima orang pemilih. Hasil pemutakhiran menunjukkan bahwa sebanyak tiga orang pemilih dipastikan masih berada di luar negeri, satu orang pemilih telah kembali dan kini berada di Indonesia, serta satu orang pemilih lainnya tidak dapat ditemui di lokasi. Seluruh temuan ini menjadi catatan dan bagian data penting yang akan digunakan untuk menjaga validitas, akurasi, serta kemutakhiran data pemilih berkelanjutan di Kabupaten Probolinggo.

Penulis & Editor: Anggita

Dokumentasi: Amir