Jadi Contoh Wilayah Zero Money Politic, Bawaslu Jelajahi Masyarakat Tengger
|
Probolinggo - Suku Tengger adalah salah satu suku tertua di Indonesia. Merupakan suatu bentuk peradaban manusia sejak jaman Majapahit. Hingga saat ini, Suku Tengger masih eksis dan menjadi Masyarakat adat terbesar yang mendiami wilayah TNBTS (Taman Nasional Bromo Tengger Semeru).
Khusus di Kabupaten Probolinggo, adanya Suku Tengger menarik banyak masyarakat untuk datang dan belajar tentang bagaimana kehidupan serta kearifan lokal masyarakat Tengger. Selain itu, Suku Tengger juga dikenal ramah terhadap pendatang, menjunjung tinggi toleransi, dan merawat demokrasi. Oleh karena itu, Bawaslu RI menerjunkan tim untuk "menjelajah" guna mengetahui bagaimana masyarakat Tengger berpolitik dan berdemokrasi. Tim tersebut didampingi oleh Kehumasan Bawaslu Jatim dan Bawaslu Probolinggo. Giat tersebut dilaksanakan dari Rabu-Minggu (8-11) September 2022.
Dalam kesempatan tersebut, tim akan menjelajah ke 5 Desa yaitu Ngadas, Ngadirejo, Jetak, Wonotoro, dan Ngadisari yang semuanya terletak di dataran tinggi Kecamatan Sukapura. Hal yang menarik adalah, praktik demokrasi di daerah Tengger benar-benar dengan menjunjung tinggi adat istiadat.
"Jadi, memang dipastikan kecurangan-kecurangan pada saat Pemilu tidak akan ditemui. Apalagi politik uang" ujar Camat Sukapura, Rohmad Widiarto
Masyarakat sadar dalam menjadi pimpinan di Desa, harus juga sukarela menjadi pemangku atau kepala adat. Artinya, seorang tersebut mempunyai tanggung jawab lebih. Tidak hanya kepada pemerintah namun juga leluhur suku Tengger. "Kepala Desa punya peran besar yang tidak hanya mengabdi pada Negara. Kepala Desa juga petinggi, yang memimpin seluruh rangkaian upacara adat. Dia juga harus siap 24 jam melaksanakan berbagai upacara. Kehadiran kami adalah syarat sah dalam pelaksanaan upacara adat, " jelas Ngantoro, Kepala Desa Jetak
"Jadi masyarakat tidak tertarik apalagi berebut dalam memimpin Desa. Tanggung jawabnya besar dan berat. Tidak ada itu (politik uang). Malah kami yang akan membawa hasil bumi kepada Kepala Desa, karena itu adalah rasa syukur kami karena mau memimpin masyarakat adat" lanjutnya
Dari penuturan beberapa kepala Desa pun tidak jauh berbeda. Bawaslu berharap Suku Tengger adalah contoh wilayah zero money politic tanpa intervensi pihak sekalipun. "Suku Tengger adalah satu miniatur tentang masyarakat yang telah mampu berdemokrasi secara dewasa dalam bingkai toleransi," ujar Ketua Bawaslu Probolinggo, Fathul Qorib
Dengan salam Hong Ulun Basuki Langgeng. Suku Tengger berharap semoga Tuhan selalu memberikan Keselamatan dan Berkah selamanya ke masyarakat luas. (Humas)Tag
Berita
Sosialisasi