Bawaslu Probolinggo Gelar Jumat Sehati: Bangun Budaya Kerja Kolaboratif dan Berintegritas
|
PROBOLINGGO – Menjaga ritme dan soliditas tim pengawas pemilu merupakan kunci utama dalam mewujudkan keadilan demokrasi. Menyadari pentingnya hal tersebut, Bawaslu Probolinggo kembali menggulirkan program unggulan mereka, yakni Jumat Sehati dan Jumpa Berlian.
Berbeda dari rutinitas tatap muka sebelumnya, agenda yang berlangsung pada Jumat (24/7) ini digelar secara daring. Meski terpisah oleh layar pertemuan virtual, antusiasme para peserta untuk memperkuat kapasitas internal sama sekali tidak surut.
Forum peningkatan kapasitas ini dipimpin langsung oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Probolinggo, Maswijaya Siswa Rakhman. Dalam momentum tersebut, ia mengajak seluruh jajaran untuk sejenak melakukan refleksi mengenai cara kerja keseharian di lingkungan kesekretariatan.
Fokus utama pembahasan kali ini mengerucut pada satu tema besar yang sangat relevan dengan tantangan pengawasan masa kini: "Menumbuhkan Budaya Kerja Kolaboratif, Humanis, dan Berintegritas".
Membedah Tiga Pilar Budaya Kerja Bawaslu
Tema yang diusung dalam program Jumat Sehati dan Jumpa Berlian kali ini bukanlah sekadar slogan di atas kertas, melainkan panduan sikap yang wajib diimplementasikan. Ada tiga pilar utama yang menjadi sorotan:
- Sikap Kolaboratif: Pengawasan pemilu modern menuntut kerja tim yang tangguh. Ego sektoral antar-divisi harus ditekan demi menciptakan sinergi kerja yang cepat, tepat, dan responsif terhadap dinamika di lapangan.
- Pendekatan Humanis: Sebagai garda terdepan penegak keadilan pemilu, insan Bawaslu dituntut untuk tetap memanusiakan manusia. Pelayanan publik, penyelesaian sengketa, hingga pencegahan pelanggaran akan jauh lebih efektif jika dilakukan dengan komunikasi yang empatik dan merangkul.
- Menjaga Integritas: Ini adalah nilai mati. Menjadi pengawas pemilu berarti harus kebal terhadap berbagai godaan, bersikap imparsial, serta menempatkan kejujuran sebagai kompas utama dalam mengambil setiap keputusan.
"Budaya kerja ini harus tumbuh secara organik, dari dalam diri kita masing-masing. Ketika kolaborasi, nilai humanis, dan integritas sudah menyatu, Bawaslu akan menjelma menjadi lembaga yang tak hanya kuat secara aturan, tapi juga dipercaya oleh publik."
Melalui pemanfaatan ruang digital dalam program rutin ini, Bawaslu Probolinggo terus membuktikan komitmennya. Mereka menunjukkan bahwa keterbatasan ruang bukanlah halangan untuk terus merawat ritme kerja yang sehat, memastikan roda pengawasan tetap berputar optimal, dan mempersiapkan jajaran kesekretariatan yang selalu siap menghadapi berbagai tantangan demokrasi ke depan.
Penulis, dan Editor: Alam
Dokumentasi: Najib