Bawaslu Probolinggo dukung Program Jelajah Pengawasan Bawaslu RI
|
[caption id="attachment_20616" align="aligncenter" width="800"]
Zaini Gunawan saat memberikan informasi kepada Tim Jelajah Pengawasan Bawaslu RI[/caption]
Probolinggo - Bawaslu Kabupaten Probolinggo sejak hari Rabu (07/09/22) kedatangan tamu tim dari Bawaslu RI dalam rangka pelaksanaan produksi konten video jelajah pengawasan oleh bidang Humas dan Media Bawaslu yang mengambil lokasi di Kabupaten Probolinggo. jelajah pengawasan dengan tajuk "Tradisi Kearifan Lokal Suku Tengger Untuk Demokrasi Indonesia". pelaksanaan program tersebut selama 5 hari pada tanggal 7 s.d 11 September 2022.
Tim Jelajah Pengawasan Bawaslu RI terdiri dari 3 orang yaitu Nurisman, Nurlizaminnely, dan Christina Kartika. Tim mengawali aktivitasnya dimulai dari Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan kemudian secara estafet menuju ke wilayah pengambilan video setelah melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Probolinggo Timbul Prihanjoko. ditemui langsung di kediaman pribadinya di Jln. Raya Pekalen Maron Probolinggo.
Bupati Probolinggo mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu. Melalui audiensi tersebut Timbul Prihanjoko yang telah resmi menjadi Bupati beberapa hari yang lalu juga memberikan pernyataan wawancara video dokumentasi terkait keberadaan suku tengger serta menjelaskan secara singkat tentang perkembangan demokrasi yang terjadi di Kabupaten Probolinggo.
[caption id="attachment_20617" align="aligncenter" width="800"]
Audiensi Tim Jelajah Pengawasan dengan Bupati Probolinggo[/caption]
"Selamat datang saya ucapkan kepada segenap tim dari Bawaslu, semoga betah di wilayah kami, selamat berkreasi, dan semoga dari pelaksanaan produksi konten video ini bisa menambah wawasan demokrasi dan juga memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Probolinggo", ujarnya.
Pengambilan gambar Jelajah pengawasan scene 1 dimulai dari selayang pandang Suku Tengger yang terdiri dari sejarah, demokrasi, dan topografi. Scene 2 tentang Demokrasi di Suku Tengger di antaranya terkait pemilu di suku tengger, Jumlah Pemilih dan Partisipasi, Kontribusi tradisi dan kearifan lokal, dukungan pemerintah daerah, dan kendala hambatan serta keberhasilan dalam menghadapi pesta demokrasi.
Selanjutnya secara rundown acara scene selanjutnya terkait bagaimana tradisi dan kearifan lokal dalam menghadapi pesta demokrasi terkait antisipasi anti politik uang, hoaxs, sara dan hak pilih suara suku tengger, kinerja pengawas pemilu dalam menghadapi demokrasi, antisipasi politik uang, tantangan dan rekomendasi atau usulan.
Salah satu dari tim jelajah pengawasan Nurlizaminnely mengatakan kedatangannya kali ini bersama tim di samping menjalankan tugas dari pimpinan Bawaslu juga ingin melihat secara langsung bagaimana proses demokrasi tradisi kearifan lokal yang terjadi di Kabupaten Probolinggo.
"Tujuan kami ingin melihat langsung secara detail tentang bagaimana sebenarnya praktik demokrasi di suku tengger Kabupaten Probolinggo. Menurut sumber kami, Suku Tengger ini dikenal dengan adat istiadat yang sangat kental, maka dari itu kita ingin melihat dari sisi yang berbeda menurut kacamata pengawasan Bawaslu. di samping itu kita juga ingin melihat bagaimana data angka kependudukan yang berkembang hingga saat ini mulai dari proses pengolahan data pemilih tetap dan berkelanjutan", tambahnya.
Bawaslu berharap pemilu yang merupakan hajatan besar negeri ini berjalan sukses, mulai dari pra-tahapan, saat tahapan, hingga pasca tahapan. tentu sukses dan tidaknya pemilu bukan semata-mata tugas dari penyelenggara saja, akan tetapi ada peran serta seluruh masyarakat atau suku-suku yang ada di daerah Kabupaten Probolinggo khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (Humas)
Zaini Gunawan saat memberikan informasi kepada Tim Jelajah Pengawasan Bawaslu RI[/caption]
Probolinggo - Bawaslu Kabupaten Probolinggo sejak hari Rabu (07/09/22) kedatangan tamu tim dari Bawaslu RI dalam rangka pelaksanaan produksi konten video jelajah pengawasan oleh bidang Humas dan Media Bawaslu yang mengambil lokasi di Kabupaten Probolinggo. jelajah pengawasan dengan tajuk "Tradisi Kearifan Lokal Suku Tengger Untuk Demokrasi Indonesia". pelaksanaan program tersebut selama 5 hari pada tanggal 7 s.d 11 September 2022.
Tim Jelajah Pengawasan Bawaslu RI terdiri dari 3 orang yaitu Nurisman, Nurlizaminnely, dan Christina Kartika. Tim mengawali aktivitasnya dimulai dari Kantor Bawaslu Provinsi Jawa Timur dan kemudian secara estafet menuju ke wilayah pengambilan video setelah melakukan audiensi dengan Bupati Kabupaten Probolinggo Timbul Prihanjoko. ditemui langsung di kediaman pribadinya di Jln. Raya Pekalen Maron Probolinggo.
Bupati Probolinggo mengapresiasi atas kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu. Melalui audiensi tersebut Timbul Prihanjoko yang telah resmi menjadi Bupati beberapa hari yang lalu juga memberikan pernyataan wawancara video dokumentasi terkait keberadaan suku tengger serta menjelaskan secara singkat tentang perkembangan demokrasi yang terjadi di Kabupaten Probolinggo.
[caption id="attachment_20617" align="aligncenter" width="800"]
Audiensi Tim Jelajah Pengawasan dengan Bupati Probolinggo[/caption]
"Selamat datang saya ucapkan kepada segenap tim dari Bawaslu, semoga betah di wilayah kami, selamat berkreasi, dan semoga dari pelaksanaan produksi konten video ini bisa menambah wawasan demokrasi dan juga memberikan manfaat yang besar bagi seluruh masyarakat khususnya di Kabupaten Probolinggo", ujarnya.
Pengambilan gambar Jelajah pengawasan scene 1 dimulai dari selayang pandang Suku Tengger yang terdiri dari sejarah, demokrasi, dan topografi. Scene 2 tentang Demokrasi di Suku Tengger di antaranya terkait pemilu di suku tengger, Jumlah Pemilih dan Partisipasi, Kontribusi tradisi dan kearifan lokal, dukungan pemerintah daerah, dan kendala hambatan serta keberhasilan dalam menghadapi pesta demokrasi.
Selanjutnya secara rundown acara scene selanjutnya terkait bagaimana tradisi dan kearifan lokal dalam menghadapi pesta demokrasi terkait antisipasi anti politik uang, hoaxs, sara dan hak pilih suara suku tengger, kinerja pengawas pemilu dalam menghadapi demokrasi, antisipasi politik uang, tantangan dan rekomendasi atau usulan.
Salah satu dari tim jelajah pengawasan Nurlizaminnely mengatakan kedatangannya kali ini bersama tim di samping menjalankan tugas dari pimpinan Bawaslu juga ingin melihat secara langsung bagaimana proses demokrasi tradisi kearifan lokal yang terjadi di Kabupaten Probolinggo.
"Tujuan kami ingin melihat langsung secara detail tentang bagaimana sebenarnya praktik demokrasi di suku tengger Kabupaten Probolinggo. Menurut sumber kami, Suku Tengger ini dikenal dengan adat istiadat yang sangat kental, maka dari itu kita ingin melihat dari sisi yang berbeda menurut kacamata pengawasan Bawaslu. di samping itu kita juga ingin melihat bagaimana data angka kependudukan yang berkembang hingga saat ini mulai dari proses pengolahan data pemilih tetap dan berkelanjutan", tambahnya.
Bawaslu berharap pemilu yang merupakan hajatan besar negeri ini berjalan sukses, mulai dari pra-tahapan, saat tahapan, hingga pasca tahapan. tentu sukses dan tidaknya pemilu bukan semata-mata tugas dari penyelenggara saja, akan tetapi ada peran serta seluruh masyarakat atau suku-suku yang ada di daerah Kabupaten Probolinggo khususnya dan masyarakat Indonesia pada umumnya. (Humas)
Tag
Berita
Sosialisasi