Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Dorong Sinergi Lintas Sektor Kawal Data Pemilih Probolinggo

1 Jul 26

Probolinggo – Rapat pleno terbuka bukan sekadar rutinitas administratif bagi jajaran penyelenggara pemilu di Kabupaten Probolinggo. Rabu, (1/7), KPU Kabupaten Probolinggo menggelar Rekapitulasi Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) untuk periode Triwulan II Tahun 2026, sebuah agenda rutin yang tahun ini menyimpan cerita menarik soal dinamika kependudukan di sejumlah kecamatan.

Forum yang berlangsung di kantor KPU setempat ini dihadiri lengkap oleh para komisioner, perwakilan partai politik tingkat kabupaten, Bawaslu Kabupaten Probolinggo, hingga unsur keamanan dari Polres dan Kodim 0820. Tak ketinggalan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) turut hadir mengingat peran vitalnya dalam validasi data kependudukan yang berkorelasi langsung dengan hak pilih warga.

Ketua KPU Kabupaten Probolinggo, Ali Wafa, dalam paparannya mengungkap bahwa pergerakan data pemilih di triwulan kedua ini tergolong signifikan. Setidaknya ada tiga faktor yang mendorong perubahan tersebut: kemunculan pemilih pemula, data yang tidak memenuhi syarat (TMS), serta perubahan elemen data pemilih di berbagai kecamatan.

"Pemutakhiran data berkelanjutan ini adalah ikhtiar kita bersama untuk memastikan tidak ada satu pun hak pilih warga Kabupaten Probolinggo yang tercecer, sekaligus menjaga agar daftar pemilih kita tetap bersih dan akuntabel," tegas Ali Wafa saat memimpin jalannya sidang pleno.

Sinkronisasi Data Jadi Kunci Minim Kekeliruan

Kolaborasi dengan Dispendukcapil dan Bawaslu disebut menjadi fondasi utama proses ini. Melalui sinkronisasi data kematian dan perpindahan penduduk yang dilakukan secara berkala, potensi kekeliruan saat rekapitulasi dapat ditekan seminimal mungkin. Langkah ini penting mengingat data pemilih yang akurat menjadi pondasi bagi kualitas demokrasi di tingkat daerah.

Dari sisi pengawasan, Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kabupaten Probolinggo, Mawardi, turut memberikan sejumlah catatan penting dalam forum tersebut. Masukan yang disampaikan diharapkan menjadi early warning agar KPU tidak terjebak pada rutinitas teknis semata, melainkan mampu membaca situasi secara lebih luas menjelang tahapan berikutnya.

"Pemilu yang berkualitas tidak bisa lahir dari kerja sunyi KPU sendirian. Memasuki Triwulan Ketiga, pintu kolaborasi harus dibuka selebar-lebarnya. Sinergi yang kuat dengan kementerian, lembaga, aparat keamanan, hingga elemen masyarakat adalah kunci mitigasi risiko terbesar kita," ujar Mawardi.

Menurutnya, membangun komunikasi yang kokoh sejak awal Triwulan Ketiga akan membuat seluruh instansi terkait memiliki kesiapan dan sense of crisis yang setara dalam mengawal jalannya pesta demokrasi di Kabupaten Probolinggo.

Komitmen Buka Ruang Kolaborasi Lintas Sektoral

Menanggapi masukan tersebut, pihak KPU Kabupaten Probolinggo menyambut positif dan berkomitmen menyusun timeline pertemuan lintas sektoral dalam waktu dekat. Langkah ini bertujuan memastikan setiap tahapan, khususnya pemutakhiran data pemilih berkelanjutan pada Triwulan Ketiga mendatang, berjalan di atas prinsip keterbukaan dan semangat gotong royong nasional.

Dengan sinergi yang terus dirawat antara penyelenggara, pengawas, dan berbagai instansi pendukung, harapan besar tertuju pada satu tujuan bersama, yakni daftar pemilih yang akurat, mutakhir, dan mampu menjamin hak konstitusional setiap warga negara di Kabupaten Probolinggo.

Penulis, Editor & Dokumentas: Tim PPH