Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu dan PCNU Probolinggo Perkuat Kemitraan Pengawasan Demokrasi

1 Okt 26

Bawaslu Probolinggo bersama PCNU Kabupaten Probolinggo memperkuat kemitraan dan partisipasi masyarakat dalam pengawasan serta pendidikan demokrasi melalui audiensi di Kantor PCNU, Kamis (1/10).

PROBOLINGGO — Bawaslu Kabupaten Probolinggo memperkuat komunikasi dan kemitraan dengan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Probolinggo melalui audiensi yang digelar di Kantor PCNU Kabupaten Probolinggo, Kamis (1/10).

Audiensi dipimpin Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Yonki Hendriyanto, didampingi Anggota Bawaslu Kabupaten Probolinggo Tola’ Ediy dan Ubaidillah. Rombongan Bawaslu disambut Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Probolinggo, Kiai Teguh Mahameru Zainul Hasan.

Kiai Teguh menyampaikan apresiasi atas kedatangan Bawaslu. Ia mengaku sempat terkejut ketika menerima surat audiensi dari Bawaslu, namun kemudian merasa bangga setelah mengetahui tujuan pertemuan tersebut adalah mengajak NU berpartisipasi dalam penguatan demokrasi.

“NU selalu siap bermitra,” ujar Kiai Teguh dalam pertemuan tersebut.

Menurutnya, Bawaslu dan NU memiliki perhatian yang sama terhadap upaya memperbaiki kualitas demokrasi. Karena itu, komunikasi antarlembaga perlu dijaga dan dikembangkan, termasuk melalui kegiatan pendidikan politik bagi masyarakat.

PCNU Kabupaten Probolinggo juga membuka ruang untuk keberlanjutan kerja sama tersebut. Salah satu gagasan yang muncul dalam audiensi adalah tindak lanjut dalam bentuk nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara kedua lembaga.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Probolinggo Yonki Hendriyanto menjelaskan, audiensi dengan PCNU memiliki relevansi dengan kerja-kerja pengawasan, salah satunya dalam mengawal dinamika data pemilih di Kabupaten Probolinggo.

Yonki mengatakan, keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan dengan baik. Hal tersebut menjadi semakin relevan karena sebagian besar masyarakat Kabupaten Probolinggo merupakan warga Nahdliyin.

“Kami berharap seluruh elemen masyarakat, termasuk NU, dapat terlibat dalam mengawal demokrasi. Bawaslu juga banyak belajar kepada NU tentang bagaimana demokrasi dibangun di tengah masyarakat,” kata Yonki.

Ia menegaskan, pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Partisipasi masyarakat diperlukan agar berbagai proses demokrasi dapat diawasi secara bersama-sama.

Melalui audiensi tersebut, Bawaslu Kabupaten Probolinggo dan PCNU Kabupaten Probolinggo sepakat pentingnya menjaga komunikasi dan membuka ruang kolaborasi. Kerja sama tersebut diharapkan dapat berkembang tidak hanya dalam konteks kepemiluan, tetapi juga melalui pendidikan politik dan penguatan kesadaran masyarakat dalam kehidupan demokrasi.

Penulis & Editor: Alam

Dokumentasi: Fauzy