Peringati HUT ke-81 RI, Bawaslu Probolinggo Ajak Jaga Netralitas Demi Demokrasi
|
Probolinggo – Halaman kantor Bawaslu Kabupaten Probolinggo pagi itu tampak khidmat, Senin (17/8). Barisan rapi pegawai berdiri tegak mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81, mengusung tema "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". Kepala Sekretariat beserta jajaran staf turut hadir sebagai peserta, sementara upacara dipimpin langsung oleh Anggota Bawaslu Probolinggo, Tola' Ediy.
Dalam sambutannya, Ediy mengajak seluruh peserta upacara merenungkan kembali makna perjuangan para pendiri bangsa delapan puluh satu tahun silam. Ia menyebut kemerdekaan yang diraih hari ini lahir dari pengorbanan panjang, dan bukan sesuatu yang boleh dimaknai sebatas seremoni tahunan semata.
Yang menarik, Ediy mengurai tema besar HUT RI tahun ini menjadi tiga benang merah yang ia kaitkan langsung dengan tugas keseharian jajaran Bawaslu. Soal kedaulatan, misalnya, ia menegaskan bahwa kedaulatan bangsa tak berhenti pada kemerdekaan wilayah, melainkan juga terletak pada hak rakyat menentukan pemimpinnya lewat pemilu yang jujur. Setiap pengawasan tahapan pemilu, setiap tindak lanjut laporan pelanggaran, hingga setiap upaya memastikan hak pilih warga tidak dicederai, menurutnya, adalah bentuk nyata menjaga kedaulatan rakyat itu sendiri.
Poin kedua yang disorot adalah keadilan. Ediy menyebut keadilan sebagai ruh dari seluruh proses demokrasi, yang hanya bisa lahir jika penyelenggara maupun pengawas pemilu berdiri netral tanpa intervensi kepentingan pribadi atau golongan. Ia menekankan bahwa baik komisioner, kesekretariatan, maupun staf pendukung Bawaslu memikul tanggung jawab yang sama besar untuk menjadi wasit yang tegas dan berintegritas.
Sementara soal kemakmuran, Ediy mengaitkannya dengan stabilitas politik yang hanya bisa tumbuh dari proses demokrasi yang sehat. Pemilu berkualitas, katanya, akan melahirkan pemimpin berkualitas, dan pada akhirnya kebijakan yang berpihak pada kesejahteraan rakyat. Karena itu, kerja pengawasan pemilu yang dilakukan Bawaslu turut menjadi kontribusi nyata terhadap cita-cita kemakmuran bangsa.
Di penghujung sambutan, Ediy menyampaikan apresiasi kepada Kepala Sekretariat dan seluruh staf Bawaslu Probolinggo atas dedikasi yang telah menopang jalannya tugas pengawasan pemilu selama ini. Ia mengingatkan bahwa netralitas adalah harga mati bagi setiap insan pengawas pemilu, dan mengajak seluruh jajaran untuk terus meningkatkan soliditas serta profesionalisme dalam bekerja.
Upacara ditutup dengan pekik "Merdeka" yang menggema tiga kali, menandai semangat yang menurut Ediy harus diteruskan bukan lewat jargon, melainkan lewat kerja nyata: bekerja jujur, bekerja adil, dan bekerja tulus untuk kemajuan demokrasi Indonesia.
Penulis, Editor dan Dokumentasi: Alam